Top ↑ | Archive | Ask me anything

Bedebah!

Adalah ketika hati yang sudah kecil mungil itu harus diliputi kebencian yang teramat sangat. Dimana nanti cinta untuk Tuhan, Ibu, Bapak dan orang-orang baik lainnya ditempatkan?

Adalah ketika kebanggaan terhadap diri meluruh, mengalirkan darah sia-sia sel telur yang tidak dibuahi. Bagaimana nanti senyum paling manis akan terkembang sehingga orang-orang yang mengetuk pintu halus berani meminta kunci? 

Adalah ketika seorang laki-laki yang teramat kurang ajar tetap berada dalam ingatan sebelum lepas sadarnya setiap malam, padahal buat tidak cukup pantas, laku tidak cukup santun. Kemana hilangnya kemampuan mengingat para Nabi dan para Imam yang berjuang untuk kebebasan pemeluk Islam yang jauh lebih mampu menyelamatkannya pada akhirat kelak?

Adalah ketika waktu berpuluh pekan tidak menghabiskan perhatian pada perihal lain selain ketenangan dicintai kekal yang dilanggar. Cukupkah hari-hari berikutnya menggerus batu kesombongan yang merasa berhak?

Adalah ketika air mata menyertai doa yang teramat sungguh terhadap Esa yang dipercayainya selalu Maha Mendengar.

"Tuhan.. jangan sampai hati Kau berikan aku lagi."

Bedebah!

Danilla - Telisik

Cinta - Cinta yang Lain

sintamarlita:

Seorang pria, menyegerakan pertemuan dengan wanita spesialnya untuk selesai. Tidak sabar ingin segera keluar dari kaki-kaki meja yang sedari tadi menjadi saksi bingung ingin memihak siapa. Ditelanjangi nya jam tangan, mata pria itu penuh cemas, rasa khawatir meluber dari setiap isap nafasnya, ini jam 8 malam, dan adiknya yang perempuan itu belum duduk manis di rumah. Itulah yang aku maksud cinta yang lain, cinta kakak laki-laki kepada adik perempuannya. 

Ada lagi cinta yang lain, balita baru lengkap giginya berjalan buntal menuju seorang bibi di sebuah sofa hangat. Muka bibi tertekuk oleh huru-hara tadi siang, remote televisi menjadi kambing hitam, apalagi saluran TV yang selalu kena umpat. Balita itu mengecup kening bibi nya, lalu berceloteh yang entah apa artinya. Bibi terenyuh, lupa ia tentang rencana mematahakan remote TV. Ini mengenai cinta keponakan kepada Bibinya. 

Cinta-cinta yang lain masih banyak bentuknya. Cinta-cinta tulus tanpa simbol simbol rahasia. Cinta yang mengalir tanpa harus menjadi air. Cinta yang dimengerti tanpa harus dijelaskan. Cinta yang tidak membuat cemburu. Cinta-Cinta yang lain, selain kamu dan kamu. 

You’ve never been useless

lastuli:

Illustrated poetry: ‘Oh rascal children of Gaza’

Rafah-born author and poet Khaled Juma wrote a heartbreaking tribute to the children of the Gaza Strip amidst the missiles striking his hometown. At least 506 Palestinian children have been killed since Israel commenced its latest invasion of Gaza on July 8, 2014

Photograph #1: A Palestinian boy, who fled with his family from their home during Israeli air strikes, bathes his brother at a United Nations-run school in the Jabalya Refugee Camp in the northern Gaza Strip on July 31, 2014. The school is a designated shelter for Palestinians who were displaced by Israel’s offensive. Photo credit: Mohammed Salem

Photograph #2: A Palestinian girl reacts at the scene of an explosion carried out by the Israeli military that killed at least eight children and wounded 40 more in a public garden in Gaza City on July 28, 2014. Photo credit: Finbarr O’Reilly

Photograph #3: A traumatized Palestinian child is comforted by a man arranging care for him in a hospital in Gaza City following an Israeli air strike on July 9, 2014. Photo credit: Momen Faiz

Photograph #4: A Palestinian child pulls out toys from a box at a local market in Gaza City during a temporary ceasefire on August 6, 2014. Palestinian and Israeli delegations met in Cairo with Hamas demanding an end to the siege on Gaza and Israel demanding a demilitarization of the territory. Photo credit: Lefteris Pitarakis

Photograph #5: A Palestinian boy sleeps at a United Nations-run school in Gaza City on July 14, 2014, after fleeing with his family from their home in Beit Lahya. Photo credit: Mohammed Salem

Photograph #6: Doctors tend to injured children while a young girl sitting on her mother’s lap cries at a hospital in Rafah in the southern Gaza Strip on August 4, 2014. Photo credit: Eyad El Baba

Photograph #7: A Palestinian girl cries while being treated at a hospital in Beit Lahya following after sustaining injuries from an Israeli air strike on a United Nations school in the Jabalya Refugee Camp on July 30, 2014. Photo credit: Khalil Hamra

Photograph #8: Two Palestinians girls celebrate the first day of Eid Al-Fitr on the grounds of a United Nations school in the Jabalya Refugee Camp in the northern Gaza Strip on July 28, 2014. Their families are among the dozens that have fled their homes and sought refuge in the school. Normally, Muslim families in Palestine celebrate Eid Al-Fitr by visiting one another and gifting children with new clothes and shoes. Photo credit: Khalil Hamra

Photograph #9: One-and-a-half year old Razel Netzlream was killed after she was fatally hit by shrapnel from an Israeli air strike on an adjacent home the previous day. Her father carries her body to the funeral in Khan Younis on July 18, 2014. Photo credit: Alessio Romenzi

Photograph 10: A portrait of Shahed Quishta, 8, is fixed to a pillar in her home in Beit Lahya on August 16, 2014, after an Israeli tank fired a shell into the living room. She was killed on July 22, 2014. Photo credit: Khalil Hamra

(via adi-fitri)

Director | Irvan Aulia
Cinematographer | Fadhlan Makarim
Camera & Editor | Irvan Aulia & Fadhlan Makarim
Music | Keith Keniff
Narator | Shalimar


***
Ada hasrat yang tertahan di tiap liur yang kembali ditelan
Ada emosi yang tak diungkap di balik dada yang tengah diusap

Ada setumpuk harapan diantara peluh yang turun berjatuhan
Ada mimpi yang diuntai di balik kantung receh yang tak pernah usai

Ada waktu-waktu yang dikejar sekalipun harus mengayuh ketika perut sedang lapar
Ada keluarga yang menemani ketika rumah menjadi sesuatu yang kita tarik setiap hari

Ada yang membangunkan saat sahur, ketika sebagian kita masih tertidur
Ada yang membagikan takjil walaupun hanya beberapa butir candil

Ada pinta yang ingin diwujud di antara kepala yang selalu merendah di dalam sujud
Ada Tuhan yang terus dipuji ketika firman-Nya tak pernah berhenti kita kaji

Ada pagi yang menjadi awal ketika ia tiba pada hari pertama Syawal
Ada tangan yang saling menjabat ketika maaf mencairkan mereka yang telah saling menghujat

***
Tapi ketika riuhnya telah mereda kultum-kultumnya tak lagi menggema, apakah ada diantara kita yang dapat tetap menjaga segala kebaikan yang di dalamnya pernah tercipta?

Memberi tanpa menebar iri, berbagi sekalipun hanya sepotong roti
Merendah tanpa harus menunggu ibadah, bersahaja sekalipun ia seorang raja

Karena hanya dengan kesadaran itu, keseimbangan vertikal dan horizontal yang terjaga itu
kita baru dapat merayakan hari kemenangan ini seutuhnya.

***
Kemenangan, tak berhenti di hari ini

The Heartwarming West Java (Full Version)

mymodernmet:

Having grown up with fond memories of playing in a treehouse, Atlanta-based environmentalist Peter Bahouth partnered with local builder Nick Hobbs to design and construct his own adult version. Bahouth selected a trio of trees to build the structures in, resulting in three enchanting spaces linked together by a suspension bridge.

(photos by Lindsay Appel)

"Tak usah marah, berbaurlah dengan pasrah."

-

Isomudden (via izomudden)

karena kita tahu apa itu indah.

(via hujandanhutan)

(via hujandanhutan)

"Pemilihan pasangan adalah batu pertama fondasi bangunan rumah tangga, ia harus sangat kukuh, karena kalau tidak, bangunan tersebut akan roboh kendati hanya dengan sedikit goncangan. Apalagi jika beban yang ditampungnya semakin berat dengan kelahiran anak-anak. Fondasi kukuh tersebut bukan kecantikan atau ketampanan, karena keduanya bersifat relatif, sekaligus cepat pudar; bukan juga harta, karena harta mudah didapat sekaligus mudah lenyap; bukan pula status sosial atau kebangsawanan, karena yang ini pun sementara, bahkan dapat lenyap seketika. Fondasi yang kukuh adalah nilai-nilai spiritual yang dianut."

-

M.Quraish Shihab

(via kurniawangunadi)

"

and that’s how it goes, kids. the friends, neighbors, drinking buddies and partners in crime you love so much when you’re young, as the years go by, you just lose touch.

you will be shocked, kids, when you discover how easy it is in life to part ways with people forever. that’s why if you have somebody you want to keep around, you do something about it.

"

- Ted Mosby (via kebunceri)

"Bukan Tuhan yang harus kau cari, tapi cari jawaban mengapa kau bodoh mencari yang sudah bersamamu."

- Pidi Baiq (via gunturwiratmaja)

(via oktarozaadira)

Habiskan Berdua.

sintamarlita:

Menjadi sepertimu tidak mudah, siang malam hampir tidak ada bedanya. Peluh berjatuhan belaka, duka cita sudah bukan tujuan utama. Tingginya mimpimu dan rendahnya kata menyerahmu menjadi sebuah kerjasama. Semakin hari semakin jarang lelah tiba menggoda. Kau pria dengan pundak penuh rasa dan aku wanita dengan mata memandang seksama. 

Dari balik tirai yang sedari tadi mendesakku menunjukkan diri, terlihat jelas bagaimana kau berjuang sendiri. Rasanya ingin menjadi sayapmu, menemani mu terbang setinggi apapun meski aku takut ketinggian. Rasanya juga ingin menjadi tempat istirahat, dimana tepat kau menangis berbagi cerita tentang tadi siang, lalu menjadi saksi ketika bahagia datang menggerayangi hati mu. 

Sayangnya,aku hanya berani menghampirimu, ketika aku menjadi angin saja. Aku tiup kan daun-daun kering yang berserakan agar menambah indah jalanan ketika kau tidak ada teman bercerita, meski nantinya akan disapu juga. 

Aku bersembunyi bukan untuk hilang, aku bersembunyi untuk ditemukan. Aku bersembunyi ditempat paling dekat dengan mu, aku ada di balik matahari, aku ada di dalam butiran hujan, kadang aku menjadi angin, kadang aku menjadi tanah, aku dekat. 

Jangan buru-buru habiskan gunung-gunung itu, jangan rakus kau lahap sesak-sesak mu, jangan rangkai puisi indah tanpa aku. Habiskan berdua duri dan daging yang ada. Temukan aku di diamnya malu. Temukan aku, lalu habiskan semua itu berdua denganku.