Top ↑ | Archive | Ask me anything

kurniawangunadi:

This is beautiful.

Suatu ketika, kita akan memandang cermin di rumah, kala tua. Mengingat masa muda kita yang menggairahkan hari ini. Hal-hal yang membanggakan hidup dan bisa diceritakan kepada generasi penerus. Bekerjalah untuk keabadian :)

nubbsgalore:

photos of aldelie (2, 5, 7, 8) and chinstrap (1, 3, 4, 6) penguins by (click pic) tim laman, ralph lee hopkins, justin hoffman, franz lanting, michael poliza and maria stenzel.

both chinstrap and adele penguins rely on krill for food, but the krill population, which itself relies on phytoplankton found beneath icebergs, has decreased by 80 percent. as the antarctic ice continues to melt, the phytoplankton are prevented from accessing cold water nutrients found beneath the icebergs, which ends up putting populations of the penguins at risk.  

there’s now strong evidence to suggest a more than 50 percent drop in the abundance of chinstraps breeding since 1986, while the adelie population northeast of the ross sea has declined by 90 percent.  

(via adi-fitri)

mymodernmet:

Italian studio Truly Design recently completed Vanitas, a project that combines the magic of optical illusion with graffiti and street art style.

Save Ciremai

hujandanhutan:

Gunung Ciremai memiliki potensi energi panas bumi yang besar, yaitu sekitar 150 Mwe. Potensi ini sudah terpantau sejak tahun 2006. Kemudian pada tahun 2007 hingga tahun 2010 Pemprov Jawa Barat menindak lanjuti potensi energi panas bumi ini ke pusat, yakni Kementrian ESDM. Pada tanggal 21 April 2011 Menteri ESDM mengeluarkan KEPMEN yang menetapkan WKP (Wilayah Kerja Pertambangan) panas bumi di Ciremai seluas 24.330 hektar, meliputi 9 kecamatan dan 162 desa. Cakupan yang sangat fantastis, sebab luas WKP-nya lebih dari seperempat luas wilayah Kabupaten Kuningan itu sendiri.

Pada Oktober 2011 Pemprov Jabar melakukan pelelangan tender WKP. Pelelangan tender tersebut diiikuti oleh dua perusahaan, PT. Hitay Renewable dari Turki dan PT. Jasa Daya Chevron dari Amerika. Pelelangan ini dimenangkan oleh Chevron. Namun pelelangan ini tidak melibatkan masyarakat, hanya tingkat elit saja. Masyarakat hanya mendapat sosialisasi selang setahun setelahnya, pada Desember 2014. Itu pun hanya berupa carikan kertas tak jelas. Secara umum, hal ini jelas melanggar Prinsip Free Prior Informed Consent (FPIC). Sebuah prinsip yang menegaskan adanya hak masyarakat adat untuk menentukan bentuk-bentuk kegiatan apa yang mereka inginkan pada wilayah mereka: hak masyarakat untuk mendapatkan informasi sebelum sebuah program atau proyek pembangunan dilaksanakan dalam wilayah mereka. Padahal penjaminan hak-hak masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai tata ruang, hak untuk mengajukan keberatan, saran dan pendapat serta berperan serta dalam penyusunan rencana tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang sudah terpampang jelas pada Undang-Undang No. 26 tahun 2007.

Padatnya penduduk di lereng gunung Ciremai dan ketergantungan masyarakat pada air yang terkandung dalam hutan memicu pemerintah bersikap tertutup karena proyek energi panas bumi ini akan membutuhkan lahan dan boros air.

Sosialisasi yang terlambat dan tak jelas, serta berbagai keganjilan yang terjadi seputar megaproyek energi panas bumi ini menimbulkan kebingungan diantara masyarakat lereng. Masyarakat lereng berinisiatif untuk mengadakan studi banding ke proyek energi panas bumi yang sudah berjalan di Kamojang. Proyek pertambangan energi panas bumi di Kamojang terbilang cukup jauh dari pemukiman—sekitar lima kilometer— namun tidak menjamin masyarakat sekitar tidak terkena dampak dari pertambangan tersebut. Suara bising mesin yang kerap kali terdengar mengganggu aktifitas masyarakat. Kelangkaan air menjadi permasalahan yang paling dirasakan, ditambah gempa minor yang membuat tembok rumah rusak.

Berbeda dengan Kamojang yang jauh dari pemukiman, tiga titik potensi energi panas bumi di Kuningan terdapat di daerah Pejambon, Ciniru, dan Sangkanhurip yang merupakan pemukiman padat warga. Ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Panas Bumi hanya menyebutkan jarak sumur injeksi dengan sumur injeksi lain adalah 450 meter. Namun tidak ada ketentuan yang mengatur mengenai jarak aman dari titik sumur injeksi ke pemukiman warga. Ini yang kemudian menjadi ancaman bagi masyarakat yang berada di sekitar pertambangan panas bumi. Ditambah WKP yang meliputi 162 desa membuat masyarakat khawatir akan di relokasi dan ratusan situs budaya akan hancur.

Isu broadcast message di bbm perihal gunung Ciremai dijual seharga 60 trilyun pun menarik perhatian berbagai kalangan untuk berkomentar, termasuk gubernur sendiri yang mengatakan lewat akun twitternya bahwa berita tersebut adalah hoax.

Gejolak perlawanan mulai tumbuh. Pada Maret 2014 sekitar 10.000 warga lereng melakukan aksi demonstrasi menolak proyek pertambangan panas bumi. Namun Pemkab Kuningan tidak proaktif terhadap keluhan masyarakatnya sendiri. Pemkab Kuningan melayangkan surat kepada Pemprov yang berisi surat penundaan proyek, bukan surat penolakan.

Tak hanya ditingkat grass root, perlawanan pun dilakukan oleh anak-anak muda di Cirebon dengan aksi kreatifnya seperti SAVE CIREMAI Paramonster studio gigs, Galeri Alur Ciremai oleh mahasiswa IAIN, demonstrasi gabungan mahasiswa ketika Aher berkunjung ke Unswagati, pendidikan masyarakat melalui pemutaran film di beberapa desa di Kuningan oleh SOFI institute, pameran seni Panen Energi oleh Jatiwangi Art Factory, dan Konsolidasi Save Ciremai yang menggandeng beberapa NGO nasional dan internasional, yang kesemuanya untuk mensupport para warga lereng, karena tak hanya warga lereng saja yang akan mendapat dampaknya melainkan juga Cirebon. Kesulitan air adalah dampak yang akan paling terasa oleh masyarakat Cirebon karena pasokan airnya bergantung pada Kuningan.

Mari lakukan apa yang kita bisa. Mari bantu mereka yang tak memiliki senjata apa-apa selain doa dan rasa percaya. Tolak segala macam bentuk eksploitasi, untuk alam agar tetap lestari.

Tanda tangani petisi penolakannya di http://www.change.org/saveciremai

Evolution of the Desk (1980-2014)

gif: grofjardanhazy, original video via Best Reviews

(via kurniawangunadi)

First day of school in Gaza, Palestine.

(via adi-fitri)

Tulisan Paling Berani

sintamarlita:

Kau maco, mantan copet. 

Kau ketahuan mencuri hati ku sembari menjarah perhatiannya, kau embat garis mulai dimana jelas aku pewaris garis akhir. Aku jadi sibuk menerka, kau masih manusia bukan?

Mantan, 

ini tulisan ku paling berani, tapi tentu saja tidak lebih berani dari kecup kecup ilegal yang kau berikan padanya. Untungnya begini begini juga aku masih manusia, punya senjata yang mereka sebut sebagai sabar. 

Hai kau maco! 

Jangan kau bergidik mengira aku mengumpat, sungguh bukan itu maksudnya. Ini hanya ucapan kartu selamat agak panjang yang berisikan lampu hijau agar kau segera menghilang. 

Kau juga harus tahu bahwa tulisan ini dibuat dalam keadaan bahagia seriuh-riuhnya, pesannya hanya satu, tak pernah aku melihat petani tanam cabai namun yang tumbuh adalah tebu, apa yang kau tanam itu yang akan menjadi tamu. 

Materi-materi kebahagiaan itu tak akan lari atau menjadi basi. Bisa dilanjutkan pengejarannya nanti. 

Fokus lah dengan apa yang sering kamu gadang-gadangkan sebagai prestasi. Katanya mau lari menjauhi manusia paling dibenci. 

Sementara waktu semuanya merambat perlahan menuju mati. Bagaimana kalau bukan merambat perlahan tetapi malah sebaliknya? Kamu terlalu percaya diri. 

Pun perkara destinasi-destinasi dan Februari.

rubesdragon:

riderphanomhive:

memeguy-com:

There is no good and evil there is only power

I swear to god I tried to scroll.

the caption is what did it for me

(via adi-fitri)

(via kebunceri)

arabbara:

R.I.P. The 2976 American people that lost their lives on 9/11 and R.I.P. the 48,644 Afghan and 1,690,903 Iraqi and 35000 Pakistani people that paid the ultimate price for a crime they did not commit

(via kebunceri)

notherebyaccident:

Photos of kids going to school in various parts of the world.

(via adi-fitri)

zainabsusan:

Karena soal hati adalah hal yang paling rumit, untuk sekedar dimengerti sendiri pun.

Aku tahu benar, betapa Tuhan begitu hebat merancang hati dengan segala unsur terhebat yang Ia punya. Berubah-ubah, kadang. Atau pula menetap, kesekian kali.

Penjagaan atas hati tak bisa sembarangan.
Hati-hati menjaga hati, tak asing sudah. Bukan peringatan main-main. Sekali jatuh, ia bisa jadi berserakan.

mymodernmet:

When the studio Ruetemple created a room in a Russian home meant for a young brother and sister, the architects Alexander Kudimov and Daria Butahina didn’t take a conventional approach to the design. The two-storey space, called Interior for Students, needed to be a place for the kids to study, sleep, and hang out with their friends. As a result, the architects built a fixed space for schoolwork and dynamic areas for play, featuring fun details like a mezzanine hammock and a moveable cube.

"Dia tak pernah pilih kasih. Hanya mengasihi. Dia tak pernah tak mau tahu. Hanya memberi tahu. Dia selalu dekat tapi kita yang terkadang menjauh." - @thickaperempuan